Jalan setapak itu, dengan rerumputan yang seolah tersenyumAlang-alang yang bergoyang tertiup angin bagai lambaian tanganSeperti menggodaku untuk menapakkan kaki seperti yang laluEntah telah kesekian kali aku harus melewati jalan ini, lagiNyeri merajam hati setiap aku lalui alurnya yang panjangRibuan bayang menyiksa jiwa di setiap langkah kakiSuara gemerisik angin bak membawa kenangan masa silamSemua berpadu dalam alunan sunyi yang menemani diriSepi temaram, tak kutemukan cahaya menerangKosong dan hampa, tak terlihat uluran tanganYang kurasa hanya sakit kian menusukMengisi semakin sesak tak tertahankanWahai Yang Kuasa,Bantulah aku seperti yang telah laluKuatkan aku hingga habis kulewati jalan iniSeperti dulu, untuk kesekian kaliHai sahabat,Temanilah aku untuk bangkit lagiSeperti yang biasa kau lakukan duluJangan kau tinggalkan aku sendiri, disini
Sedikit lagi,
Ya, sedikit lagi
Akan sampai dimana tempatku berada ?
Dan saatnya yang seharusnya akan tiba ?
Kelak disaat aku tak lagi mengharap peduli
Disaat tak ada lagi keinginan untuk menanti
Hanya ada satu hening kesendirian
Lalu bersiap lagi lanjutkan pencarian
Kau telah pergi,
Akupun tak lagi peduli
Seperti halnya saat kau datang
Tak ada lagi yang harus terhutang
Selamat tinggal
for belia q
01-01-2011
pemikiran punya dua akar,
masa lalu dan masa depan,
masa lalu terlalu lugu, karena ia tak pernah mengingikan sesuatu,
masa depan terlalu tamak, karena ia penuh hasrat,
dan hasrat ini mebutakan hatiku..
hasrat jiwa tidak pernah mengerti,
tidak pernaha mengerti hati dan jiwa dilahirkan berbeda,
aku bukan terlahir untukmu,
dan bukan dirimu telahir untukku,
aku terlahir untuk hatiku sendiri,
dan Tuhan mengingkan hatiku mengeti makna hati Tuhan,
aku belajar membaca imanku,
aklu temukan tulisan tentang imanku hanya hitam,
hitam tanpa makna, hitam tanpa bahasa,
hitam terlahir hitam,
hitam penuh ambisa dan hasrat,
hitam yang menyatu untuk masa lalu,
adalah hati ini telah merapuh,
rapuhkan ketulusan makna,
makna memberi dan mengasihi,
terlalu lamakah hitam melahirkan luka,
cukup aku dan hati yang menemukan hitam dalam imanku,
karena hitamku begitu mencintaiku...